Kerlip Harapan

 

Pontianak-Kalimantan Barat, 25 Desember 2017 – 1:16 AM

Tidak terasa sudah setahun berlalu dan kembali berjumpa dengan suasana perayaan seperti ini. Kembali bertemu dengan rutinitas menghias pohon natal dengan pernak perniknya, kerlip lampu hias di pohon cemara asli ataupun artifisial, berkumpulnya sanak keluarga yang lama tidak berjumpa dikarenakan kesibukannya masing-masing, ada pula yang sibuk mempersiapkan cemilan-cemilan dan masih banyak rutinitas lain yang umum dilakukan saat perayaan natal.

Suasana demikian sering saya temui tatkala hari perayaan natal tiba. Hari raya natal yang berada di penghujung tahun seakan menjadi penanda bahwa sebentar lagi akan melepaskan segala kenangan di tahun yang lama dan menyambut harapan yang baru.

Cukup banyak cerita baru yang ditemui sepanjang tahun ini, rekan baru, pengalaman baru, ilmu baru, dan hal lainnya yang mungkin terlupa. Semoga di momen natal ini saya juga kembali ingat untuk terus mensyukuri apa yang telah dilalui sepanjang tahun ini, karena terkadang sebagai manusia biasa tidak luput dari lupa.

Sembari menikmati perjalan menuju tahun yang baru yang tinggal beberapa hari lagi, saya kira ini adalah saat yang tepat untuk merencanakan perjalanan menapaki tahun yang baru yang penuh harapan. Karena saya yakin bahwa segalanya selalu bermula dari harapan.

Dan akhirnya, apapun yang saya temukan untuk memaknai natal tahun ini, saya berharap selalu dapat melakukan hal yang berguna bagi pribadi dan orang lain.

Selamat natal untuk kalian semua, mari temukan makna natalmu dan jadikan itu sebagai titik awal harapan baikmu di langkah selanjutnya.

Salam,

Advertisements

Titik dari Sebuah Permulaan: Awal Sebuah Perjalanan

Tidak jelas sebenarnya dari titik mana semua ini bermula. Namun jika saya coba mundur kebelakang, beberapa tahun lalu saat dimana saya memulai sebuah perjalanan, saya menemukan alasan yang menjadi awal yang inspiratif untuk memulai sebuah perjalanan. Beberapa titik awal tersebut saya bagikan semoga dapat berguna dan menginspirasi kamu yang sudah meluangkan waktu datang dan mengunjungi saya disini.


Menantang diri sendiri untuk menembus batas diri

Batas pertama saya adalah, saya tidak begitu bagus dalam berkomunikasi dengan orang-orang baru dan batas kedua adalah kemampuan bahasa inggris yang seadanya saja. Suatu ketika saya berpikir apakah sudah cukup menjalani hidup dengan segala keterbatasan tersebut? sedikit banyak hal tersebut menjadi bahan permenungan dan evaluasi diri sendiri. Sejak saat itu terbersit keinginan untuk menantang diri sendiri dan menembus batas-batas yang ada dalam diri dan pikiran saya. Bagaimana tantangan tersebut saya ambil dan sebuah langkah nyata dipilih yaitu dengan melakukan perjalanan. Perjalanan pertama yang saya lakukan adalah sebuah perjalanan solo ke kota yang sangat istimewa yaitu Yogyakarta. Bagi sebagian orang mungkin perjalanan ke Yogyakarta merupakan tempat yang mudah dan familiar untuk dikunjungi, namun bagi saya pribadi ini adalah pengalaman pertama saya seorang diri dan yang pasti akan memaksa saya untuk lebih banyak berkomunikasi dengan orang-orang yang baru, mulai dari mencari penginapan, makan, mencari alamat tujuan dan sekedar bincang-bincang pagi di angkringan saat sarapan. Perjalanan berikutnya, masih dalam hal menembus batas dan menantang diri sendiri adalah perjalan ke beberapa negara di Asia Tenggara khususnya Vietnam, Kamboja dan Thailand. Negara-negara tersebut mempunyai bahasa nasional bukan bahasa Melayu apalagi bahasa Indonesia dan keadaan tersebut mau tidak mau memaksa saya untuk berkomunikasi dalam bahasa yang mereka pahami, salah satunya adalah berbicara dalam Bahasa Inggris. Dan hei, tanpa saya sadari saya berhasil menembus batas diri saya, saya mendapat banyak teman baru dalam perjalanan tersebut dan kami saling berbagi pengalaman. Ah, sungguh terlalu, ternyata batas-batas diri ternyata hanya ada dalam pikiran saja.

 

Candi Prambanan, Yogyakarta

Mandiri dan yakin akan kemampuan diri
Melakukan perjalanan solo pada awalnya bukan pilihan pertama yang saya ambil. Merencanakan perjalanan dengan beberapa teman sudah sering saya lakukan. Namun semakin banyak rencana semakin jauh pula mencapai sebuah kesepakatan. Tidak jarang beberapa rencana yang sudah tertata dengan rapi harus kembali masuk dalam sebuah arsip tanpa pernah terwujud. Atas pengalaman tersebut, saya memutuskan untuk tidak bergantung dengan orang lain. Merencanakan perjalanan sendiri, percaya pada intuisi saat melakukan perjalanan dan percaya pada kemampuan diri sendiri sepertinya cocok untuk mengasah kemandirian.

Ta Prohm di Siem Reap, Kamboja

Merayakan pencapaian dalam hidup
Alasan lainnya saya melalukan perjalanan adalah merayakan pencapaian dalam hidup. Saya berpendapat pencapaian sekecil apapun dalam hidup ada baiknya untuk dirayakan, hal tersebut sedikit banyak dapat memacu dan memotivasi diri untuk melakukan prestasi yang lebih baik dikemudian hari karena saya berprinsip hari ini harus lebih baik dari kemarin. Sama seperti saat saya memberi hadiah bagi diri sendiri setelah saya menyelesaikan kuliah yang sempat tertunda beberapa tahun. Betapa perjalanan melintasi beberapa negara di Asia Tenggara lewat jalur darat menjadi hadiah termanis yang saya terima untuk pencapaian tersebut.

Kegemaran akan fotografi

Sesulit apapun kalau sudah hobi pasti dilakukan, mungkin itulah yang saya alami. Perkenalan saya dengan fotografi dimulai saat saya masih duduk di Sekolah Dasar menggunakan kamera analog milik Almarhum Ayah. Rasa penasaran mengenai cara kerja kamera sehingga dapat menangkap momen mengantarkan saya pada kegemaran memotret. Ingin mencoba pengalaman baru dalam fotografi yaitu fotografi perjalanan mengantarkan saya menginjakkan kaki di tanah-tanah yang baru.

Basilika Notre-Dame di Ho Chi Minh City, Vietnam

Menginspirasi sesama untuk meletakkan mimpi ditempat dimana seharusnya dan mewujudkan mimpi tersebut sebagaimana mestinya
Saya yakin kehadiran kita didunia pada dasarnya adalah untuk berguna bagi orang lain. Membagikan pengalaman dan cerita dibalik sebuah perjalanan menjadi pilihan saya untuk mendayagunakan diri untuk orang lain. Inti dari itu semua adalah tentang jangan takut untuk bermimpi sebanyak-banyaknya dan setinggi-tingginya, dan yang terpenting adalah berusaha mewujudkan mimpi tersebut agar menjadi bagian hidup yang sesungguhnya. Mimpi tak sekedar hanya tentang sebuah perjalanan, banyak mimpi-mimpi yang bertabur bagai bintang namun sedikit yang berani menggapainya. Saya berpendapat mengapa saya harus takut bermimpi? Mimpi itu gratis, bebas dan saya yakin bukan sebuah kesalahan. Apakah takut tidak mampu menggapainya? Apakah takut dengan batasan yang dibuat orang lain dan diri sendiri? dan banyak ketakutan lainnya. Kalau kamu  sudah membaca awal tulisan ini, kamu tahu saya juga banyak ketakutan dan keraguan pada awalnya, namun ketakutan tersebut hanyalah tinggal sebuah kata tanpa makna jika kamu yakin dan percaya kamu mampu melampaui ketakutan tersebut. Kalau saya bisa melewatinya mengapa kamu tidak?

Mungkin benar adanya mengenai pepatah yang mengatakan Dimana ada niat, disitu ada jalan.
Saya bukan berasal dari keluarga yang berada, dari kecil kami sudah dibiasakan jika menginginkan sesuatu, kami harus berusaha sendiri untuk mendapatkannya, salah satunya dengan menyisihkan uang jajan sebagai tabungan. Tidak sebentar waktu yang saya lewati hanya untuk menabung, meskipun dengan tabungan yang seadanya, tidak membuat saya lantas mundur dari mimpi yang sudah disusun rapi tersebut. Niat untuk menjelajah tempat-tempat baru seolah direstui oleh alam semesta, keinginan tersebut seakan selalu dipermudah. Mulai dari biaya perjalanan, makan dan akomodasi yang sedapat mungkin ditekan seminimnya. Khusus untuk tiket pesawat, ini merupakan item terbesar penyebab bengkaknya biaya, namun saya bersyukur saat ini ada Skyscanner yang membantu saya dalam mencari tiket murah.

Continue reading “Titik dari Sebuah Permulaan: Awal Sebuah Perjalanan”

Panduan Mengurus Paspor

Paspor merupakan hal wajib yang harus selalu dibawa oleh seorang pejalan, untuk dapat melintasi negara-negara yang akan dikunjungi. Kalau bisa dibilang untuk dapat memulai sebuah perjalanan khususnya ke luar negeri, memiliki paspor adalah langkah pertama yang harus dilakukan. Menurut wikipedia, paspor adalah dokumen resmi yang dikeluarkan pejabat berwenang di suatu negara yang berisi identitas pemegang yang berfungsi untuk melakukan perjalanan antar negara. Paspor berisi biodata pemegang, antara lain foto, tanda tangan, tempat dan tanggal lahir, informasi kebangsaan dan informasi lainnya.  Paspor Indonesia dapat diperoleh dengan mendaftarkan diri dan merekam data biometrik dan data lain yang diperlukan di Kantor Imigrasi maupun di Kantor Kedutaan.

Ada dua jenis Paspor Republik Indonesia, yang pertama adalah Paspor Biasa dan Paspor Elektronik. Perbedaan fisiknya terletak pada chip yang menempel pada cover, untuk paspor elektronik ada chip yang menempel pada covernya, sedangkan paspor biasa tidak ada. Keunggulan paspor elektronik adalah dapat menyimpan data biometrik pemegang paspor dan untuk pergi ke Jepang tidak perlu lagi mengurus visa, karena cukup hanya melapor ke kedutaan saja. Namun untuk pengurusan paspor elektronik sekarang baru hanya dapat dilakukan di Kantor Imigrasi Jakarta, Surabaya dan Batam saya berharap mudah-mudahan daerah lain segera bisa menyusul.

Karena saya mengurus paspor di kantor Imigrasi Pontianak, kali ini saya akan berbagi pengalaman pribadi dalam mengurus paspor. Karena paspor lama akan berakhir dalam enam bulan yang akan datang, maka saya harus segera mengurus paspor yang baru. Jenis paspor yang saya buat adalah paspor biasa atau paspor reguler 48 halaman.

Kantor Imigrasi Pontianak memiliki sistem antrian secara online pada alamat berikut http://pontianak.imigrasi.go.id/pro, jadi pembuat paspor cukup mendaftarkan diri pada aplikasi di website mereka dan kemudian akan mendapatkan nomor antrian yang dikirimkan ke e-mail atau SMS. Hal ini cukup memudahkan para pembuat paspor, karena sistem antrian online ini membebaskan kita untuk mendaftar dan menentukan jam kedatangan di Kantor Imigrasi. Hanya saja perlu diingat bahwa yang mengajukan pembuatan paspor disini cukup banyak dan kantor hanya membatasi sebanyak 200 orang pendaftar saja per harinya, sehingga kamu harus mendaftarkan diri secepat mungkin, berdasarkan pengalaman saya jika mendaftar pada siang atau sore biasanya antrian sudah penuh dan sebaiknya memang pagi hari, kalaupun bisa dini hari lebih baik.

Tampilan Awal Aplikasi PRO (Passport Reservation Online)
Tampilan Pilihan
Pemilihan Tanggal dan Jam Kedatangan

Setelah proses pendaftaran secara online selesai, maka kamu akan mendapatkan bukti pendaftaran yang digunakan untuk mengantri pada tanggal dan jam yang sudah ditentukan. Kamu wajib membawa bukti daftar ini untuk melanjutkan ke proses wawancara dan foto serta perekaman sidik jari. Datang lebih awal dari jam yang ditentukan akan lebih baik, karena ada kemungkinan nomor antrian dipanggil lebih cepat dari yang ditentukan.

Bukti Pendaftaran Paspor Online PRO (Passport Reservation Online)

Datanglah pada hari dan jam yang sudah ditentukan dengan membawa bukti pendaftaran tersebut guna ditukar dengan map yang berisi formulir pendaftaran. Tunggulah antrian sampai nomor kamu dipanggil. Tahapan selanjutnya adalah proses wawancara dengan petugas, disana kamu juga akan cross check data yang sudah diinput sebelumnya. Oh ya.. syarat pengurusan paspornya yang wajib dibawa adalah fotocopy KTP, fotocopy Kartu Keluarga, Fotocopy Akte Kelahiran, selain membawa fotocopynya kamu juga wajib membawa dokumen yang aslinya juga. Karena saya saat itu memperpanjang paspor, maka wajib juga menyertakan paspor lama dan fotocopynya juga. Setelah tahapan wawancara dan foto serta perekaman sidik jari selesai, kamu akan diberikan slip bayar yang berfungsi untuk melakukan pembayaran biaya pembuatan paspor tesebut.

Bayarlah segera atau paling lambat dalam tujuh hari kerja pada bank atau pos persepsi, dan tiga hari setelah pembayaran paspor kamu sudah bisa diambil. Cukup mudah bukan untuk mengurus paspor sendiri, saya pribadi merasa dengan adanya sistem antrian online ini, mengurus paspor menjadi semakin mudah, bahkan lebih mudah daripada waktu saya mengurus paspor lima tahun yang lalu.

Jika memerlukan informasi lain kamu dapat me ngunjungi situs kantor imigrasi pada alamat berikut: http://www.imigrasi.go.id/index.php/layanan-publik/paspor-biasa dan untuk kantor imigrasi Pontianak di sini http://pontianak.imigrasi.go.id. Semoga dapat membantu.

Aplikasi Android yang dapat memudahkan perjalananmu di Bangkok

 

Perjalanan menjelajahi tempat-tempat baru sekarang ini bukanlah hal yang menakutkan lagi, terutama di era digital hampir semua informasi bisa kamu dapatkan melalui berbagai media dan salah satunya internet. Dengan munculnya beberapa smartphone dengan berbagai sistem operasi yang canggih saat ini, sangat memudahkan perjalanan baik dalam menemukan tempat menginap bahkan tempat makan.

Posting kali ini saya ingin berbagi pengalaman menggunakan beberapa aplikasi android dalam menjelajahi kota Bangkok di Thailand.

1. Google Maps

Google Maps
 Aplikasi Google ini sangat memudahkan dalam menemukan tempat tujuan. Tingkat keakuratannya sangat baik, kamu tinggal memasukkan nama tempat atau daerah yang kamu ingin tuju kemudian cari dan temukan peta yang diinginkan tersebut. Berada di Bangkok kan operator dari Indonesia pasti dikenakan biaya roaming, jadi apakah harus beli kartu sim lokal di Bangkok? Kabar baiknya tidak perlu beli kartu sim lokal di sana, berhubung harganya yang lumayan mahal. Aplikasi Google Maps dapat terus terhubung dengan satelit dan menunjukkan posisi kita berada meskipun tanpa paket data atau offline dan saya telah mencobanya di Bangkok, tempat-tempat yang saya ingin kunjungi dapat dengan mudah saya temukan arahnya melalui peta digital yang disediakan aplikasi ini.

2. XE

XE
 Aplikasi XE atau dalam versi webnya bisa di kunjungi di http://www.xe.com. Kegunaannya adalah untuk mendapatkan informasi nilai tukar mata uang. Nilai tukar yang tertera pada aplikasi ini cukup akurat, karena terbukti tidak jauh berbeda dengan nilai tukar di money changer di Bangkok saat saya menukarkan uang disana. Banyak mata uang lain yang bisa ditemukan infonya di aplikasi ini. Tips saat membawa uang di Bangkok, sesuai pengalaman saya membawa US Dollar dari Indonesia dan kemudian baru ditukar dengan Bath sesampainya di Bangkok. Bawalah US Dollar pecahan besar lebih banyak dari pecahan kecilnya karena untuk US Dollar makin besar pecahannya makin besar pula nilai tukarnya. Atau kalau ingin mudah bawa saja ATM dan lakukan tarik tunai langsung di sana, karena beberapa ATM Bank di Bangkok bisa menerima kartu ATM dari dari Bank di Indonesia asalkan ada logo Visa , Mastercard dan lainnya.

3. Booking.com

Booking.com
Booking.com

Booking.com bisa dikunjungi versi web-nya dengan alamat yang sama. Aplikasi membantu dalam mencari penginapan mulai dari hostel hingga hotel berbintang. Dengan aplikasi ini kita bisa mengecek harga hingga memesan langsung penginapan yang diinginkan. Untuk pembayaran tidak langsung dibebankan pada saat memesan, tetapi dibayar pada saat menginap. Pembayarn dapat dengan pembyaran tunai ataupun dengan kartu kredit jika penginapan tersebut menyediakan fasilitasnya. Tips memesan penginapan dengan aplikasi ini adalah cek dengan teliti rekomendasi dari orang-orang yang pernah menginap sebelumnya perhatikan ratingnya, foto-foto yang tersedia meskipun hal ini tidak seratus persen menjamin kualitas sesuai dengan keinginanmu.

4. Google Translate

Google Translate
 Satu lagi aplikasi Google yang membantu dalam perjalananmu di Bangkok. Kamu pasti tahu aksara di Thailand akan menyulitkan kita membacanya apalagi mengartikannya. Dengan aplikasi ini kamu bisa membaca dan mengartikannya dengan mudah, cukup tuliskan aksara yang kamu ingin terjemahkan pada smartphone android kamu pada layar, maka dengan segera google akan menampilkan saran dari kata yang kemungkinan dicari artinya sekaligus arti dari kata atau kalimat tersebut. Pelajari kata – kata sederhana agar memudahkanmu dalam berkomunikasi dengan warga lokal, karena tidak semua warga lokal di Bangkok fasih berbahasa Inggris.

5. Foursquare

Foursquare
Foursquare

 

Foursquare

Salah satu fungsinya adalah untuk check in di suatu tempat yang dikunjungi, tapi kali ini saya tidak membahas fungsi itu. Foursquare bisa digunakan untuk mencari informasi dari suatu tempat yang akan dan sedang dikunjungi, salah satunya adalah password wifi cafe tempat nongkrong lainnya disaat kamu tidak membeli paket data. Selamat berburu semoga berhasil.

6.  Trip Advisor Bangkok / Bangkok City Guide

Trip Advisor

 

Trip Advisor

Aplikasi dari Trip Advisor yang sudah ternama dalam memberikan saran dan informasi suatu daerah, mulai dari tempat wisata, tempat makan, pertunjukan, museum, candi dan masih banyak informasi lainnya. Khusus untuk aplikasi ini diperuntukkan buat kamu yang berkunjung di Bangkok dan ingin meng-explore lebih dalam tetntang kota ini.

7. BTS Bangkok

BTS

 

BTS

 

BTS

Buat kamu yang senang menggunakan transportasi umum terutama BTS di Bangkok, maka aplikasi ini sangat memudahkanmu untuk mengetahui rute, merencanakan perjalanan, menghitung waktu tempuh dan lainnya. Aplikasi ini akan menunjukkan rute dari jalur-jalur BTS yang ada di kota Bangkok, sekaligus menghitung berapa total biaya yang kamu perlukan untuk mencapai tujuan yang kamu inginkan.

Kira-kira segitu dulu yang bisa saya bagikan buat kamu yang berencana atau bahkan sedang berada di Bangkok, Thailand. Beberapa aplikasi yang ada bisa digunakan untuk tujuan lain selain di Bangkok.

Selamat menjelajah….

Brainfake Digimagz 01

BRAINFAKE DigiMagz 01

Thumb CoverSebuah e-book yang berisi tentang perjalanan di Yogyakarta, meskipun tidak dapat menjelajahi setiap tempat wisata di Yogyakarta namun sebagian dari tempat yang saya kunjungi mungkin dapat sedikit memberikan gambaran tentang wisata di Yogyakarta.

Silahkan download e-book perdana ini dan semoga dapat memberikan inspirasi dan selamat membaca. Terima kasih

Silahkan Download di SINI

Bukit Jamur, Bengkayang

a

Akhirnya keinginan untuk berada di puncak Bukit Jamur di Kabupaten Bengkayang kesampaian juga. Meskipun kalau dibandingkan dengan gunung-gunung lain yang ada di Kabupaten Bengkayang atau provinsi lain mungkin tinggi bukit ini belumlah seberapa, namun karena ini pengalaman pertama melakukan pendakian dan pemandangan yang disuguhkan oleh alam untuk kami membuatnya menjadi luar biasa.

Jalur pendakian bisa dikatakan relatif mudah jika cuaca tidak sedang hujan, asalkan tidak membawa banyak barang dan menggunakan kostum yang sesuai untuk pendakian. Urusan air minum tidak menjadi masalah karena ada beberapa sumber air disepanjang jalur pendakian, hanya saja ketika sudah mencapai puncak perlu usaha lebih untuk mendapatkan air bersih. Disarankan untuk mendaki pada saat terang dan ditemani oleh orang yang sudah paham betul medan di Bukit Jamur ini.

Take Nothing but Pictures, Leave Nothing but Footprints